Panitia Sanur Village Festival 2009 Kamis (18/6) mekalukan audensi
dengan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra. Dalam
pertemuan tersebut Walikota menyatakan dukungan dan support penuh
terhadap pelaksanaan SVF. Walikota Denpasar mengingatkan panitia SVF
tetap mempertahankan karakter dan nilai lokal yang ada di Sanur.
Panitia SVF yang dipimpin langsung Ketua Pantia SVF 2009, Ida Bagus
Sidartha Putra melaporkan kepada Walikota terkait jadwal pelaksanaan
SVF. “Tahun ini SVF akan digelar selama 5 hari 12-16 Agustus 2009
dengan mengusung tema New Spirit of Heritage Marine Life,” ungkapnya
kepada Walikota dalam pembukaan audensi tersebut. Diungkapkan, SVF
tahun ini sengaja mengangkat tema tersebut sesuai potensi Sanur
sebagai destinas.
“Tema ini juga sesuai program pemerintah pusat yang tegah mencanangkan
MICE Cruise and Marine” tandas pria yang akrab disapa Gusde ini. Dalam
kesempatan tersebut dirinya juga menjelaskan berapa program yang akan
dilaksanakan dalam SVF ke-4. Sebanyak 25 agenda besar akan
dilaksanakan dalam even tahunan ini mulai dari parade budaya hingga
kegiatan lomba.
Dijelaskannya, tahun ini pelaksanaan SVF akan dipindah ke Pantai Merta
Sari. “Tahun ini kita pindah lokasi ke selatan. Hal ini kita lakukan
untuk memberikan pemerataan promosi destinasi di Sanur,” katanya.
Hingga SVF ke-3 pusat kegiatan dilakukan di kawasan Hotel Bali Beach
dan Pantai Segara.
Tahun ini pihak panitia SVF juga menggandeng Asia Africa Foundation.
Hingga saat ini sebanyak 10 negara anggota dari 35 negra telah
menyatakan keikut sertaan ajang SVF. Beberapa negara lain masih dalam
tahap pembicaraan dalam keikut sertaan SVF ke-4. Sementara sejumlah
daerah di luar Bali sudah menyatakan partisipasinya dalam SVF tahun
ini.
Walikota, dalam kesempatan tersebut memberikan respon yang sangat luar
biasa. “SVF merupakan salah satu potensi di Denpasar dalam promosi,”
katanya. Denpasar memiliki berbagai even promosi untuk menarik
wisatawan. Semua even berada di bawah satu payung besar yang diberi
nama Sightseeing Denpasar. Dikatakan, kalender even yang ada di
Denpasar sudah disusun agar tidak berbenturan.
Ia mengingatkan, Sanur sebagai wilayah yang kental dengan seni budaya
dan memiliki segudang seniman harus bisa menunjukan karakter dan ciri
khas. “SVF bisa saja menampilkan budaya moderen, namun budaya
tradisional yang menjadi karakter di Sanur harus dipertahankan,”
tandasnya. Dirinya juga sempat menyatakan untuk melakukan penelitian
mengenai potensi lokal yang ada di Sanur.
Terkait pindahnya pusat pelaksanaan SVF ke Merta Sari dirinya akan
segera menerjunkan pasukan kebersihan. “Merta Sari harus dibersihkan
terlebih dahulu. Kita akan mendorong dan mensuport pelaksanaan SVF
sebagai ajang promosi pariwisata di Denpasar,” imbuhnya
|