Menjelang penyelenggaraan Sanur Village Festival (SVF) sejumlah kegiatan lingkungan diselenggarakan. Beach Clean-up Campaign menjadi agenda rutin tahunan menjelang SVF. Seperti tahun lalu BCC diselenggarakan di Sepanjang Pantai Sanur yang dibagi menjadi zone A meliputi Pantai Matahari Terbit-Pantai Sindhu, Zona B dari Parigata Resort-Pantai Sindhu dan Zona C dari Pura Mertasari-Parigata Resort. Seribuan orang terlibat dalam kegiatan bersih-bersih pantai ini.
Koordinator BCC 2009, Meutia Mahardhika, Sabtu (8/8) kemarin menyatakan peserta BCC tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu. “Jumlah peserta BCC yang dating ternyata lebih banyak dari yang kita perkirakan.Jumlah peserta BCC kali ini lebih dari 1.000 orang,” ujarnya. Diungkapkan, peserta BCC 2009 ini berasal dari industry perhotelan, restoran serta siswa sejumlah sekolah yang ada di Sanur.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian acara peduli lingkungan menjelang penyelenggaraan SVF 2009. “Tahun ini SVF mengusung tema “Marine Life”. Tema ini sejalan dengan kehidupan Sanur sebagai daerah pesisir yang menhandalkan daya tarik pantai,” ungkapnya. Menurutnya, laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Sanur. Mengingat pentingnya pantai bagi kehidupan Sanur sudah sewajarnya kebersihan dan pelestarian lingkungan harus terus digalakan.
“Kita sengaja melibatkan para siswa agar mereka sadar sejak dini mengenai lingkungan. Pantai ini juga menjadi tempat mereka bermain sehingga kita ingin mereka juga mendapatkan sesuatu yang bagus,” imbuhnya. Fokus program ini sebenarnya adalah pantai-pantai publik yang selama ini kurang terurus dan terkesan kumuh. Dengan menggandeng Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup(PPLH) para siswa yang terlibat dalam BCC ini mendapatkan pendidikan mengenai lingkungan dan pengolahan sampah.
Ketua Panitia SVF, Ida Bagus Sidharta Putra, menyatakan apresiasi dengan respon masyarakat, industry dan para siswa terhadap BCC ini. “Masyarakat Sanur tergantung dari pantai. Bagi Sanur pantai bukan hanya sekedar tempat mencari makan, namun lebih penting lagi adalah tempat ritual,” katanya.Jikapantai di Sanur terawatt dan lestari tentu saja dampaknya bagi ekonomi dan budaya di Sanur akan lebih bagus. Ia menyatakan, tema SVFtahun ini sengaja mengusung marine life mengingat esensi pantai bagi budaya dan kehidupan masyarakat Sanur.