Sanur, (9/8) – Memasuki hari ke empat Sanur Village Festival (SVF) 2008 ratusan layang-layang tradisional Bali menghiasi langit Pantai Sanur untuk memeriahkan SVF yang berlangsung hingga 10 Agustus mendatang. Langit Sanur bertaburan warna dari berbagai jenis layang-layang. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat lokal dan wisatawan mancanagera yang sedang berlibur di Pulau Dewata.
Koordinator kegiatan Lomba Layang-Layang SVF, Kadek Dwi Armika , mengatakan, kegiatan ini di bagi dua sesi yakni hari Sabtu (9/8) dan Minggu (10/8), dengan total peserta mencapai 579 buah. “Layang-layang tradisional terdiri dari jenis Janggan, Bebean, Pecukatan dan layang krerasi yang rata-rata memiliki ukuran 4 x 7 meter. Besarnya ukuran layang-layang ini mengharuskan puluhan orang dewasa untuk menerbangkannya,” katanya.
Dwi Armika mengatakan , pada hari pertama jumlah layang-layang tradisional dengan berbagai warna sebanyak 227 buah. Menurutnya , tradisi menerbangkan layang-layang erat dengan kepercayaan masyarakat, bahwa permainan layang-layang merupakan kesenangan Rare Angon, ceritera legenda yang dipercaya masyarakat setempat hingga sekarang. “Lomba layang-layang pada awalnya digagas budayawan almarhum Prof Dr Ida Bagus Mantra,” katanya.
Selain masyarakat lokal, tampak juga sejumlah orang asing ikut serta dalam lomba layang-layang ini. Peserta asing ingin uji keahlian dalam hal menerbangkan laying-layang yang mereka rancang. Kebanyakan peserta asing ini membuat layang-layang tiga dimensi. Mereka mengaku sangat tertarik dengan kompetisi laying-layang yang diselenggarakan dalam SVF. |