Sanur – Hari terakhir Sanur Village Festival ke-3, Minggu (10/8) kemarin dimeriahkan dengan lomba gebug bantal di Pantai Segara, Sanur. Lomba gebug bantal tersebut diikuti oleh beberapa peserta, selain warga lokal, juga dimeriahkan oleh wisatawan asing yang berlibur maupun yang sudah lama menetap di Bali .
Lomba gebug bantal tersebut lebih didominasi oleh peserta laki-laki dewasa, sedangkan dalam kategori anak-anak dan perempuan hanya diikuti oleh dua orang peserta saja. Namun, lomba ini tetap menarik untuk ditonton.
Dalam pertandingan ini, panitia lomba menetapkan beberapa aturan. Peserta yang ikut dalam lomba ini harus saling pukul dengan menggunakan bantal dan salah satu tangan harus diselipkan ke belakang. Jika salah satu peserta tangannya terangkat maka dinyatakan kalah, walaupun belum ada yang jatuh. Permainan ini membutuhkan kekuatan dan strategi untuk bertahan dan menjatuhkan lawan
Dalam lomba itu, peserta pun saling pukul dengan bantal untuk mengadu ketahanan mereka dalam menjaga keseimbangan agar tidak jatuh ke pasir. Ada beberapa peserta yang hampir jatuh, namun tetap bisa bertahan di atas bambu dan ada yang saling menunggu untuk dipukul terlebih dahulu. Tak pelak hal tersebut membuat penonton tertawa dan merasa terhibur.
Para pemenang lomba gebug bantal tersebut masing-masing mendapat hadiah berupa souvenir maupun hadiah menarik lainnya yang sudah ditetapkan oleh panitia.
Foto Gebung Bantal (Seorang bule dalam kompetisi gebug bantal) |