Tahun 2011 merupakan pelaksaaan Sanur Village Festival yang ke 6, masih tetap mengacu pada tema dasar yaitu “The New Spirit Of Heritage” dengan kandungan makna : untuk tetap melanjutkan warisan budaya dan identitas semangat baru. Event tahunan yang digagas Yayasan Pembangunan Sanur ini dalam kurun pelaksanaannya telah melekat menjadi identitas bagi Desa Sanur dengan segala potensi dan kreativitas masayarakat yang dimilikinya.
Sejak dimulainya Sanur Vilage Festival Tahun 2006 tema-tema khusus yang mengiringi dan sinergis mendukung tema utama secara berturut-turut yaitu Sport, fun, and cultural event (2006-2007); Green (2008), Marine Life (2009), ”SANUR’ Sahaa Nuhur (2010), dan khusus tahun ini dimana pelaksanaanya berbarengan dengan event Pekan Flora-Flori Nasional maka tema khususnya adalah Flower Fiesta.
Menurut Ida Bagus Sidartha yang akrab dipanggil Gusde selaku Ketua Panitia Sanur Village Festival dan juga Ketua Umum Yayasan Pembangunan Sanur tema-tema khusus yang diusung dalam Sanur Village Festival merupakan bagian rancangan pemetaan potensi Desa Sanur serta respon kekinian yang menjadi dialog antara tempat, waktu dan kedaan (desa, kala, patra) dimana Sanur dengan perkembangannya tetap mengakar pada akar tradisi dan budaya luhur sebagai masyarakat hindu Bali.
Lebih lanjut menurut Gusde, Identitas yang ada di Sanur dengan potensi yang dimiliki dikembangkan menjadi gagasan kreatif yang mengarah pada berbagai sektor dimana salah saatunya adalah pariwisata. Sektor inilah yang nantinya dapat mengangkat Sanur menjadi daerah tujuan pariwisata yang memiliki daya saing tinggi (competitive advantages) dibandingkan daerah-daerah pariwisata lainnya.
Sanur Village Festival 2011 yang pelaksanaannya disinergiskan dengan Pekan Flori Flora Nasional (PF2N). Pekan Flori dan Flora sendiri adalah ajang pameran hortikultura berskala nasional dan bersifat internasional diselenggarakan secara rutin di kota-kota penting di Indonesia.
Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) merupakan wahana bertemunya para produsen dan petani, pelaku bisnis, para peneliti, para pakar dan pencinta tanaman hortikultura.
Dipilihnya Kota Denpasar sebagai Tuan Rumah pada tahun 2011, maka Pemerintah Kota Denpasar melanjutkan program tersebut diturunkan menjadi Denpasar Horticulture Festival 2011. Sanur sebagai tempat penyelenggaraan selanjutnya pula Yayasan Pembangunan diberi kepercayaan untuk mengelola secara bersama dan bersinergis dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menjadikan Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) dan Sanur Village Festival menjadi event bersama yang saling menunjang.
Kolaborasi keduanya menghasilkan tema Flora Fiesta, yaitu semerbak bunga yang memiliki makna khusus sebagai media keheningan, kesucian, kasih dan cinta kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kepada Alam dan kepada Manusianya (Tri Hita Karana). Bunga juga menjadi symbol perekat dua event yang saling bersinergis, sehingga kecintaan terhadap Desa Sanur, mengembangkan dengan penuh dedikasi serta pencitraannya menjadi upaya terpadu memantapkan kembali imaging dari Sanur yang mendunia.
Berangkat dari The New Spirit of Heritage Yayasan Pembangunan Sanur menciptakan event ini sebagai agenda perayaan sekaligus mendukung agenda event Kementraian Pertanian Rebublik Indonesia serta pariwisata di Bali. Persiapan pelaksanaan Sanur Village Festival 2011 yang mengambil tempat di Pantai matahari Terbit Sanur akan dilaksanakan pada Tanggal 19 sampai dari 22 Nopember 2011.
Dipilihnya Pantai Matahari Terbit Sanur sebagai venue event karena Pantai matahari Terbit lokasinya yang luas dan strategis, didukung bentang alam pantai yang indah, tempat aktivitas pariwisata dunia serta keragaman seni dan budaya Bali dari masyarakat Sanur. Akses yang mudah, layanan publik yang berskala internasional serta dukungan eko-wisata yang memadai menjadi nilai tambah bagi lokasi pameran yang bersifat internasional.
Sejalan dengan program industri kreatif yang selalu didengungkan oleh Walikota Denpasar Rai Mantra, Yayasan Pembangunan Sanur melalui Sanur Village Festival mengakomodir serta mensinergiskan menjadi industri kreatif masyarakat yang terus memberikan kontribusi bagi daerahnya. Industri kreatif ini dikemas dalam program Sanur Village Festival yang secara keseluruhan berdampak langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat Sanur, Denpasar dan Bali secara luas. Program-program kreatif Sanur Village Festival dapat dilihat dalam setiap perhelatan eventnya yang disesuaikan tematik maupun program tetap Sanur Village Festival. Program yang akan dihelat dalam Sanur Village Festival 2011 Flora Fiesta meliputi : Pemaran Bonsai dan Adenium, Sanur Village Cycling Tour, Bali Cullinary Chalange, Sanur Open Golf Tournament, Under Water Festival, Jukung Competition, Yoga, Fishing Tournament, Aksi Nyata Kepedulian terhadap Global Warming, Kontes Fotografi, Marine Water Sport, Sport and Fun Games, Food Bazaar, Music and Art performance, dan Festival Layang-layang
Khusus untuk Festival Layang-layang atau Internasional Kite Festival sehubungan dengan musim angin yang tepat bagi festival laying-layang pada bulan Agustus, maka Festival Layang-layang Sanur Village Festival 2011 pelaksanaannya telah mendahului dari event yang dijadwalkan.
Yayasan Pembangunan Sanur dengan program Sanur Village Festival mengimplementasikan semangat baru dalam merevitalisasi potensi pariwisata yang ada. SVF diharapkan menjadi medan magnet bagi pengunjung Pekan Flora Flori Nasional 2011 serta sumbangan sesuatu nilai yang dapat menambah perkembangan industri kreatif dan pariwisata Bali dan Indonesia. Lebih dari itu sebuah upaya terpadu yang dilakukan Yayasan Pembangunan Sanur kiranya dapat terus menjadi kesiapan sebagai salah satu destinasi kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional yang selalu mengedepankan akar tradisi dan budaya.
Sanur Village Festival dapat menjadi event yang memiliki stimulasi bahwa kemajuan dengan berlandaskan tradisi dan budaya dengan kelenturannya tidak serta merta tumbuh begitu saja. Ia perlu ditumbuhkan dan dirawat, yang dalam keseharian sudah dilakukan oleh masyarakat Sanur. Yayasan Pembangunan Sanur memprakarsai kembali dalam semangat baru berlandaskan warisan budaya “The New Spirit of Heritage”.